64.62.211.000.t9space.com/power/s/http/url tujuan Http server : http://wap.xl.co.id Socket server : socket://server4.operamini.com:1080 Midle query : 80@wap.xl.co.id Host : server4.operamini.com Trix Bolt 1.70 Use proxy : pilih HTTP Proxy server : wap.xl.co.id Trix Ucweb 7.0 Midlle Query : 80@wap.xl.co.id Proxy server : ucfly.com Trix mig33 4.20 Front Query : wap.xl.co.idSatu lagi internet gratis, kali ini kita memakai XL.
Cara pertama
Trick ini untuk aplikasi handler. Seperti mig33, opmini, snaptu, ucweb
Langsung aja ganti server proxy nya :
wap.xl.co.id atau 64.62.211.234
Yang lainya di kosongin aja seperti Frontquery,middle.
Simak cara lainnya berikut ini
Settingan pada opera mini handler 4.2
front que n middle que: wap1.xl.co.id/life tidak pake @ (at)
catatan: jika gagal ganti front que dan midlle que:64.62.211.236 tidak pake @
http server & socket tmbahin di dpn:64.62.211.236@))
host: 64.255.180.77
host alternatif: 195.189.142.132
Settingan untuk opera mini 5 beta 2 handler
server http=http://wap1.xl.co.id/vp/index.do
host=http://mini5beta.opera-mini.net:80
buat download gratis juga bisa dengan catatan dari opera mini
Settingan khusus UCWeb 6.3 XL
Front que=64.62.211.235
Remove string=10.0.0.172
Remove port=centang
lainya biarkan kosong!
Lewat browser bawaan langsung tulis url berikut ini
Cara internet gratis dengan XL
Cara internet gratis dengan telkomsel
Settingan sudah selesai kini kita tinggal test. Bisa di test pakai opera mini 4.2 standar.Bagi pengguna pc bisa ikut ngrasain gratisan lewat pc dgn browser mozila..
caranya :
ubah setingan port proxy pada mozilla : option>setting>advance>network>setting
lalu klik pada configuration proxy manual :
proxy to http : 202.3.219.14
port : 80
untuk download saya sarankan pakai APN : telkomsel
adapun APN yg bisa digunakan untuk Kartu merah ini adalah: telkomsel,internet dan mobinity
Cara lainya
APN: telkomsel2
usename/pass : wap / wap123
facebook,yahoo,myspace dll harus dibypass pake bypass web
ganti proxy + port : (pilih salah satu setiap daerah kadang beda) mozilla + IDM
202.3.2×9.x4:80
202.3.2×9.x6
202.3.2×3.5
202.3.2×3.6
202.x50.2×7.75
202.x50.2×7.76
x=angka setelah nol
IP client : 114.121
Nb: Buat mencari bypass (facebook, myspace, yahoo dll)
bisa masuk SINI
klo buat hp langsung tancap saja, karena hanya pengguna pc saja yang pakai bypass
Gratis telkomsel khusus opera mini
Opera mini handler bisa di download di sini
install opera mini trus setting seperti ini:
#Primary server isi: http://mini.opera.com@bite4-cust.opera-mini.net:80
#Secondary server isi: socket://mini.opera.com@bite4-cust.opera-mini.net:1080
#Host: mini.opera.com
#Front Query : mini opera.min@
Alternatif lain gratisan telkomsel
Buat alternatif bila FG telkomsel sudah co.id atau di banned (sudah tidak bisa di pakai lagi)
Yang perlu di lakukan:
Daftar dulu program dari telkomsel
di sini saya contohkan menggunakan program mig33. Kalau pengen program lainnya bisa anda cari sendiri.
# daftar ke *252# pilih menu mig33 terserah mau langganan harian,mingguan atau bulan
# buat koneksi baru atau edit yang lama juga boleh
tunggu sampai ada sms konfirmasi
Settingan koneksi:
NAME: jalal(bisa diganti dengan yang lain)
APN: internet2/internet/telkomsel/telkomsel2(pilih salah satu saja)
USERNAME: dikosongi saja
PASSWORD: dikosongi saja
HOMEPAGE: http://www.infomedia09.blogspot.com/
PROXY: 74.217.68.1/74.217.68.2/74.217.68.3(pilih salah satu saja)
PORT: 80
Buka opera mini setting dulu ganti protokol menjadi HTTP. Ingat pakai http bukan socket.
Sekarang opera sudah siap di gunakan test buka google atau apa terserah. Jika pertama gagal putus dulu koneksi dan ulangi sekali lagi.
Semoga bermanfaat.
cara internet gratis dengan indosat
Ini adalah kabar terupdate yg saya dapatkan tentang bagaimana cara mendapatkan akses internet gratis dengan indosat. Cara ini bisa di pakai untuk phone selular maupun perangkat komputer.
Okay langsung saja, berikut settingnya
APN : indosatmms
Proxy : 10.19.1935 atau 10.1919.250
Port : 9102 atau 1810
Jika anda ingin mengetestnya lewat opera mini, ganti protocol dari server dengan http. Cara ini juga bisa di gunakan pada browser standart/bawaan phone selular anda.
Jika koneksi gagal, coba putuskan koneksi dan mulai dari awal lagi.
Selamat mencoba
Cara instal windows lewat flashdisk
Bagi anda yang memiliki netbook,tentunya mengalami kesulitan di saat harus menginstall netbook anda,karena netbook anda tidak memiliki cd-room,namun hal itu masih dapat anda akali dengan membeli cd-room external,namun gimana kalau kita tidak memiliki dana buat membeli cd-room,tentunya hal itu akan menyulitkan anda.Selain membeli cd-room external,ternyata ada hal yang lebih praktis buat menginstall netbook anda yaitu dengan membuat bootable dari flashdisk.
Dalam proses instalasi XP di UFD, anda dapat menggunakan semua UFD yang kompetibel dengan XP, tapi ada syarat yang harus dipenuhi yaitu, kapasitas UFD minimal 256 Mb semakin besar semakin bagus, Motherboard yang dipakai harus bisa melakukan booting lewat flash disk, Tersisa ruang hardisk sebesar 2 GB, Versi USB yang dipakai ada baiknya menggunakan versi 2.0 meskipun Versi 1.1 juga bisa, namun kinerjanya akan lebih lambat, CD Instalasi windows XP SP1 atau SP2.
Langkah Pertama
Sebelum dimulai format UFD dengan menggunakan aplikasi “HP USB Disk Storage Format Tool”. Kenapa tidak menggunakan fasilitas format pada windows ?, karena fasilitas format pada windows cenderung “error”. Silahkan googling,banyak kok. Berikut caranya:
- Lakukan proses instalasi seperti biasa
- Jalankan melalui Start
- Pilih UFD yang ingin di format dibagian device
- Pilih file system dengan Fat32, klik start
Buatlah sebuah folder di hardisk anda dengan nama C:sp2winxp (Sesuka Anda). Copykan seluruh content yang ada di dalam CD instalasi windows XP ke dalam folder yang telah anda buat tadi. Sebagai contoh aku gunakan windows XP Profesional SP2. pastikan tidak ada file yang ketinggalan atau tersembunyi.
Langkah kedua
Download Utility bernama PEBuilder di www.nu2.nu/pebuilder/ . Utility ini nantinya akan menyertakan sebuah fitur bernama BartPE. Selanjutnya install PEBuilder tadi.
- Jalankan PEBuilder,
- Dibagian source arahkan ke C:sp2winxp.
- Dibagian Output menggunakan “BartPE2?
- Dibagian media output ganti menjadi “Create ISO Image” lalu isi dengan c:pebuilder.iso
Anda dapat menambahkan plugin caranya anda dapat melihat di www.nu2.nu/pebuilder/plugins/. jika ada aplikasi yang ingin disertakan kedalam UFD tanpa harus diinstall sebaiknya gunakan aplikasi2x portabel.
- Klik Build, pada “create directory” pilih yes. proses Build akan berjalan
- Setelah selesai, Close dan tutup PEBuilder.
Langkah Ke Tiga
Download aplikasi bernama FlashBoot dari www.prime-expert.com/flashboot/download.php. Install FlashBoot seperti biasa. lalu
jalankan melalui start menu.
- Jendela pertama FlashBoot klik next
- Pilih “Convert BartPE Bootable Disk To Bootable Flash Disk”, klik next
- Berikutnya pilih “Use ISO-9660?, kemudian browse dan cari file ISO yang kita buat tadi di c:pebuilder.iso, klik open lalu next.
- Pilihlah “Make Bootable USB Flash Disk” dan pilih drive letternya dengan UFD anda. Jika belum muncul klik refresh list, lalu next.
- Berikutnya hilangkan tanda centang pada “Save data on disk”, kemudian pilih “Partitioned disk”. Klik next finish, proses pembuatan akan berjalan. setelah selesai klik close.
Atur Bios anda agar booting melalui UFD. jika sudah anda dapat segera mencobanya.
Sumber: PC Mild
Membersihkan prefetch
Membersihkan File Prefetch Pada Saat Shutdown dengan Program Otomasi : File Prefetch yang ada pada Windows XP adalah file yang berfungsi untuk mempercepat proses loading atas program-program yang sering dijalankan pada lingkungan Windows dan juga berfungsi untuk mempercepat proses booting Windows XPNamun demikian jika foldernya sudah terlalu banyak/penuh (terutama file-file yang sudah "kedaluwarsa") maka hal ini dapat mengakibatkan menurunnya performa Windows. Oleh karena itu, untuk menjaga agar performa computer tetap "fit", kita harus rajin-rajin membersihkan file-file yang terletak di direcktori C:\Windows\Prefetch\ tersebut.
Sebenarnya "pekerjaan" tersebut adalah pekerjaan yang sepele namun kadang-kadang karena malas atau bahkan lupa maka akhirnya pekerjaan tersebut menjadi terlewatkan yang kemudian dapat menyebabkan performa computer menjadi menurun (melambat).
Nah, tentunya kita tidak mau hal tersebut terjadi, bukan?!! Jika demikian, kita dapat membuat program otomasi yang memungkinkan melakukan penghapusan file-file prefetch setiap kali computer dimatikan (shutdown) secara otomatis.
Jika tertarik, silakan ikuti langkah-langkahnya sebagai berikut.
Pertama, bukalah notepad
Kedua, ketikkan perintah seperti di bawah ini.
del C:\Windows\Prefetch\*.* /q
Ketiga, simpan dengan nama ekstension *.bat (misalnya prefetch.bat) pada direktori yang kita inginkan.
Keempat, buka group policy editor (gpedit.msc) dengan cara klik Start >> Run >> ketikkan “gpedit.msc” (tanpa tanda petik) kemudian tekan ENTER atau OK hingga muncul jendela group policy editor.
Kelima, kemudian klik Computer Configuration\Windows Settings\Scripts (Startup/Shutdown)
Keenam, pada kolom sebelah kanan pilih (klik double) pada Shutdown hingga muncul jendela seperti di bawah ini.
Ketujuh, klik Add kemudian akan muncul jendela seperti di bawah ini.
Kedelapan, pada Script Name klik browse kemudian arahkan pada folder atau direktori tempat kita menyimpan file yang tadi baru kita buat (dalam contoh ini prefetch.bat).
Kesembilan, jika sudah ditemukan klik Open kemudian klik OK ("Scripts" Parameters dikosongkan saja).
Kesepuluh, klik Apply dan/atau OK.
Kesebelas, selesai
Sekarang cobalah untuk merestart computer dan kemudian ceklah pada direktori C:\Windows\Prefetch\ dan pastikan file-file *.pf-nya sudah bersih.
Tips merawat komputer
Di bawah ini adalah cara cara merawat komputer secara sederhana namun sangat bermanfaat.
1. Defrag harddisk secara berkala.
Fungsi defrag adalah untuk menata dan mengurutkan file-file harddisk berdasarkan jenis file/data sedemikian rupa sehingga akan mempermudah proses read/write sehingga beban kerja akan lebih ringan yg akhirnya dapat memperpanjang umur harddisk.
Caranya klik menu Start > Program > Accesories > System Tool > Disk Defragmenter
Saat menjalankan fungsi ini tidak boleh ada program lain yg berjalan termasuk screensaver karena akan mengacaukan fungsi defrag ini.
2. Aktifkan screensaver
Selain bersifat estetis, screensaver mempunyai fungsi lain yg penting. Monitor CRT juga televisi menggunakan fosfor untuk menampilkan gambar. Kalau monitor menampilkan gambar yg sama untuk beberapa saat maka ada fosfor yang menyala terus menerus. Hal ini dapat mengakibatkan monitor bermasalah yaitu gambar menjadi redup/kurang jelas. Lain halnya jika monitor Anda adalah LCD, LED yg sudah dilengkapi dengan energy saving, maka screensaver tidak terlalu dibutuhkan lagi.
Cara+ mengaktifkan screensaver dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya klik Start > Control Panel > Display > klik tab screensaver, kemudian pilih sesuai selera Anda.
3. Ventilasi yang cukup
Tempatkan monitor maupun CPU sedemikian rupa sehingga ventilasi udara dari dan ke monitor / CPU cukup lancar. Ventilasi yg kurang baik akan menyebabkan panas berlebihan sehingga komponen/rangkaian elektronik di dalamnya akan menjadi cepat panas sehingga dapat memperpendek umur komponen tsb. Oleh karena itu usahakan jarak antara monitor/CPU dengan dinding/tembok minimal 30 cm. Kalau perlu pasang kipas angin di dalam ruangan.
4. Pakailah UPS atau stavolt.
Pakailah UPS untuk mengantisipasi listrik mati secara tiba-tiba yg dapat mengakibatkan kerusakan pada harddisk. Kalau terpaksa tidak ada UPS, pakailah Stavolt untuk mengantisipasi naik turunnya tegangan listrik.
5. Tutup / close program yg tidak berguna
Setiap program yg diload atau dijalankan membutuhkan memory (RAM) sehingga semakin banyak program yg dijalankan semakin banyak memory yg tersita. Hal ini selain dapat menyebabkan komputer berjalan lambat (lelet) juga beban kerja menjadi lebih berat yg akhirnya dapat memperpendek umur komponen/komputer.
6. Install program antivirus dan update secara berkala
Untuk dapat mengenali virus/trojan2 baru sebaiknya update program antivirus secara berkala. Virus yg terlanjur menyebar di komputer dapat membuat Anda menginstall ulang komputer. Hal ini selain membutuhkan biaya juga akan menyebabkan harddisk Anda akan lebih cepat rusak dibanding apabila tidak sering diinstall ulang.
7. Bersihkan Recycle Bin secara rutin
Sebenarnya file/folder yg kita hapus tidak langsung hilang dari harddisk karena akan ditampung dahulu di Recycle Bin ini dengan maksud agar suatu saat apabila Anda masih membutuhkannya dapat mengembalikan lagi. Recycle Bin yg sudah banyak juga akan menyita ruang harddisk yg dapat menyebabkan pembacaan harddisk jadi lelet.
Caranya jalankan Windows Explorer > klik Recycle Bin > klik File > klik Empty Recyle Bin
Atau Anda dapat menjalankan fungsi Disk Cleanup
Caranya Klik Start > Program > Accessories > System Tool > Disk Cleanup > kemudian pilih drive yg mau dibersihkan > setelah itu centangilah opsi Recycle Bin kalau perlu centangi juga yg lain (seperti temporary file, temporary internet file), setelah klik OK.
8. Jangan meletakkan Speacker Active terlalu dekat dengan monitor
Karena medan magnet yang ada pada speacker tersebut akan mempengaruhi monitor yaitu warna monitor menjadi tidak rata atau belang-belang.
9. Uninstall atau buang program yg tidak berguna
Ruang harddisk yg terlalu banyak tersita akan memperlambat proses read/write harddisk sehingga beban kerjanya akan lebih berat sehingga harddisk akan cepat rusak.
10. Bersihkan motherboard & periferal lain dari debu secara berkala
Setidaknya enam bulan sekali hal ini harus dilakukan. Buka casingnya terlebih dahulu kemudian bersihkan motherboard dan periferal lain (RAM, Video Card, Modem, Sound Card, CDR/CDRW/DVRW, TV Tuner) dengan sikat halus. Pada saat komputer tidak digunakan tutuplah komputer (monitor, CPU, keyboard/mouse) dengan cover sehingga debu tidak mudah masuk ke dalam komputer.
11. Pasang kabel ground.
Apabila casing nyetrum, ambil kabel dengan panjang seperlunya, ujung satu dihubungkan dengan badan CPU (pada casing) sedangkan ujung yg lain ditanam dalam tanah. Hal ini akan dapat menetralkan arus listrik yg “nyasar” sehingga dapat membuat komponen elektronik lebih awet.
(diambil dari berbagai sumber)
Cara Mematikan Secara otomatis Program Not Responding.
Pernahkah kita mengalami di mana program yang kita buka mengalami “hang” atau not responding? Jika pernah, tentunya kejadian seperti ini sangat menjengkelkan sekali. Jika sudah demikian kita harus melakukan pe-nonaktifan program yang mengalami “kemacetan” tersebut dan ini sangat menjengkelkan. Dengan mengotak-atik registry, kita dapat mematikan program not responding secara otomatis. Jika tertarik, silakan ikuti tipsnya bersama Tips dan Trik Komputer berikut ini.
Langkah-langkah mematikan secara otomatis program not responding melalui Registry Windows adalah sebagai berikut.
Pertama, jalankan registry dengan cara klik Start >> Run >> kemudian ketikkan “regedit” kemudian ENTER atau OK sehingga muncul jendela Registry Editor.
Kedua, klik HKEY_USERS\.DEFAULT\Control Panel\Desktop
Ketiga, pada panel sebelah kanan, cari dan klik double pada “AutoEndTasks” hingga muncul jendela Edit String, seperti di bawah ini.
Keempat, ganti value datanya menjadi 1.
Kelima, tutup registry Windows.
Keenam, restart computer.
Tips partisi hardisk
Bagi kebanyakan pengguna Komputer (PC) kadang kurang atau tidak begitu memperhatikan masalah pengaturan/penggunaan Hard disk. Biasanya diserahkan ke orang lain, mulai dari pembelian sampai installasi berbagai program lainnya, dan setelah itu tinggal memakai, tidak pernah memperhatikan masalah Hard disk.Info gambar
Bagi kebanyakan pengguna Komputer (PC) kadang kurang atau tidak begitu memperhatikan masalah pengaturan/penggunaan Hard disk. Biasanya diserahkan ke orang lain, mulai dari pembelian sampai installasi berbagai program lainnya, dan setelah itu tinggal memakai, tidak pernah memperhatikan masalah Hard disk.
Berikut tips mengatur pembagian Hard disk sehingga bisa lebih baik dan memudahkan.
Dengan semakin murahnya perangkat yang satu ini dan kapasitas yang semakin bertambah, maka penggunaannya pun harus diperhatikan. Maskipun bisa saja kita membagi Hardisk 500 GB Menjadi 1 atau 2 partisi ( drive C: dan drive D:), tetapi hal itu menurut saya merupakan cara yang kurang baik. Berikut tips saya yang sebagian merupakan hasil pengalaman pribadi.
Pembagian hardisk memang tidak ada standard khusus, biasanya hal ini berdasarkan pengalaman atau keperluan. Cara terbaik adalah dengan menentukan terlebih dahulu kategori yang akan digunakan. Misalnya Untuk Sistem Operasi, Data, Master Program, Audio/video dan lainnya.
Perlu diingat bahwa HDD 80 GB (GigaByte) tidak sepenuhnya dapat menyimpan data sebesar 80 GB, demikian juga ketika terbaca di komputer. Untuk HDD 80 GB, biasanya hanya mampu menyimpan data atau akan terbaca maksimal 74 GB. Untuk 40 GB menjadi 37 GB, 160 GB = 149 GB, 250=232 GB, 320 = 298 GB, 500 GB = 465 GB, 640 = 596 GB, 1 TB (TeraByte) = 931 GB dan seterusnya. Sehingga kita tidak bisa membagi HDD 80 GB menjadi 4 drive dengan masing-masing berukuran sama dan terbaca 20 GB semua.
Berikut contoh pembagian HDD 160 GB (terbaca sekitar 149 GB), dengan sistem operasi Windows XP
* Drive C : 20 GB (Label “winXP”, untuk menginstall sistem operasi windows XP dan program lainnya)
* Drive D : 40 GB (Label “Master”, untuk menyimpan berbagai master program sebelum di install)
* Drive E : 40 GB (Label “Data”, untuk menyimpan Data atau Dokumen)
* Drive F : 49 GB atau sisanya (Label “Media”, untuk menyimpan berbagai file audio dan Video)
Mengapa drive C hanya berukuran 20 GB ? Bagi kebanyakan orang, drive C sebagai lokasi installasi sistem operasi tidak memerlukan banyak tempat. Untuk Windows XP paling hanya 2 GB, Office sekitar 1 GB dan sisanya berupa program-program lainnya dan biasanya masih mencukupi. Sehingga dengan ukuran yang kecil akan lebih mudah dalam merawatnya, seperti ketika scan virus, spyware, defragment hardisk lebih cepat dan lainnya
Dalam mem-format HDD, biasanya ukuran yang dimasukkan dalam MB (Mega Byte). Kemudian Agar HDD terbaca sebesar 20 GB, maka ukuran yang kita masukkan dalam MB harus lebih besar dari 20.000. Misal kita tentukan ukurannya 21.500 MB, maka ukuran ini akan terbaca sekitar 20 GB. Atau bisa ditambah sedikit misalnya 22.000 MB (terbaca 20.5 GB). Demikian juga ketika menentukan ukuran 40 GB ( diisi sekitar 43.000 MB). Untuk lebih mudahnya bisa melihat Konversi GigaByte
Memindah Lokasi My Documents
Ketika kita membuka Windows Explorer maka akan ada directory My Documents dan pada awalnya lokasi My Documents ini ada di drive C;, lengkapnya biasanya di folder C:\Documents and Settings. Menyimpan dokumen di drive C menurut saya kurang aman, dan perlu dipindah ke Drive selain C. Misalnya dari contoh diatas adalah drive E:
Untuk mengubah agar My Documents membuka lokasi drive/folder lainnya, caranya dengan klik kanan My Documents dan pilih Properties kemudian klik tombol Move dan pilih lokasi baru tempat penyimpanan dokumennya, misalnya drive E:.
Cara ini hanya merubah lokasi My Documents ke lokasi baru, sehingga jika sudah ada data di My Documents, maka harus dipindah manual ke lokasi baru ini. Data lama tetap masih ada dan tidak terhapus.
Setelah lokasi di pindah/diubah, maka ketika kita menyimpan di My documents, data akan tersimpan di drive/folder baru tesebut ( contoh diatas drive E:), tidak tersimpan di drive C:
Referensi pelengkap :
http://en.wikipedia.org/wiki/Hard_disk_drive
Hardisk HARUS di partisi
Partisi Hardisk (Disk Partitioning) adalah membagi Hardisk menjadi beberapa bagian, yang biasa disebut dengan istilah Partisi. Pada Sistem operasi windows, biasanya dimulai dengan Drive C:, dan bisa berlanjut sampai Z:.Dengan semakin besarnya ukuran Hardisk, maka Hardisk memang sebaiknya di partisi menjadi beberapa bagian.
Apa saja manfaat kita mem-partisi Hardisk ? Berikut selengkapnya.
Maksud (manfaat) dari Mem-partisi Hardisk :
* Memisahkan antara file-file sistem operasi dan Data atau dokumen. Meski bisa saja menjadi satu, tetapi dengan dipisahkan akan lebih aman dan mudah pengaturannya.
* Sebagai tempat Virtual Memory untuk Sistem operasi. Seperti misalnya pada Linux
* Menjaga agar lokasi program yang digunakan atau data saling berdekatan. Hal ini selain mempercepat eksekusi program juga lebih efisien.
* Digunakan untuk booting atau menjalankan Sistem Operasi lebih dari satu, misalnya Windows XP, Windowx 7, Linux, Mac OS X dan lainnya.
* Melindungi atau memisahkan file-file untuk mempermudah recovery data ketika sistem rusak. Karena jika satu partisi rusak, partisi lain tidak akan terpengaruh sehingga data masih bisa di selamatkan.
* Meningkatkan keseluruhan performa (kinerja) komputer pada sistem yang disana file system kecil lebih efisien. Misalnya pada tipe File system NTFS ( bawaan windows XP, 2003, Vista dan Windows 7), ukuran Hardisk yang besar akan mempunyai Master File Table (MFT) yang lebih besar sehingga waktu akses juga lebih lama dibanding MFT yang lebih kecil.
Master Table File (MFT) merupakan lokasi yang menyimpan berbagai atribut file, direktory dan keterangan lain tentang file sistem NTFS yang biasa disebut dengan Metafiles. Berbagai atribut tersebut dikenal dengan istilah Metadata. Atribut yang disimpan bisa berbagai macam, seperti misalnya : nama file, lokasi file, ukuran dan perijinan file.
Beberapa software gratis yang dapat digunakan untuk mempartisi Hardisk antara Lain Easeus Partition Manager, Partition Wizard Home Edition, GParted dan lainnya. Juga bisa melihat Paragon hardisk Manager 8.5
Mengawasi kesehatan hardisk 1
Di dalam harddisk, ada sebuah file yang disebut MBR (Master Boot Record). File ini berada di byte pertama dan sektor pertama harddisk; pokoknya benar-benar pertama. Maklum, MBR inilah yang menjadi penanda keberadaan harddisk. Jika dianalogikan, MBR ini seperti peta yang menuntun BIOS menemukan harddisk.Namun berbagai hal bisa menyebabkan MBR tersebut rusak, seperti terkena virus atau terformat tidak sengaja. Jika itu terjadi, sistem operasi pun kehilangan penunjuk jalan yang ditandai dengan munculnya pesan Operating System not found atau missing operating system di layar.
Solusi dari masalah ini adalah dengan mengembalikan file MBR tersebut. Cara paling umum dilakukan adalah melakukan proses recovery dari CD Windows. Caranya, booting ke CD Windows, lalu pilih Repair (dengan menekan tombol R) dan masuk ke Recovery Console. Setelah itu, ketikkan perintah fixmbr untuk mengembalikan file MBR tersebut.
Untuk Windows Vista, konsepnya sama meski prosedurnya sedikit berbeda. Pertama, booting ke DVD Windows Vista, lalu pilih Repair Your Computer. Ketika System Recovery Options muncul, pilih Command Prompt. Setelah muncul jendela Command Prompt, ketik bootrec.exe dan tekan Enter.
Jika CD Windows sudah hilang entah kemana, Anda bisa menggunakan aplikasi dari Rescue Kit 9.0 Express buatan Paragon. Ini adalah aplikasi gratisan yang memiliki fungsi beragam, termasuk mengembalikan MBR. Aplikasi ini bersifat bootable, artinya bisa di-burn ke CD dan menjadi sumber proses booting. Ketika sistem menunjukkan gejala kehilangan MBR, yang harus Anda lakukan adalah booting ke CD berisi Rescue Kit ini. Setelah itu, pilih menu Boot Corrector, ikuti prosedur yang telah ditentukan, dan kasus kehilangan MBR seharusnya telah teratasi.
Rescue Kit 9.0 Express bisa di-download secara gratis di sini (46MB)
Mengawasi kesehatan hardisk 2

Kasus seputar harddisk yang sering terjadi adalah Windows di dalam harddisk tersebut rusak parah sehingga kita tidak bisa masuk ke dalamnya. Pada kasus seperti ini, satu-satunya solusi adalahmelakukan instalasi ulang Windows. Masalahnya, sering kali di dalam harddisk atau partisi berisi Windows tersebut masih terdapat berbagai file penting yang harus diselamatkan. Lalu, bagaimana mengambilnya?
Gunakan aplikasi yang bootable dan bisa menjelajah (browse) file di harddisk yang bermasalah tersebut. Lagi-lagi, Anda bisa menggunakan Rescue Disk 9.0 Express yang kami bahas di bagian pertama artikel bersambung ini. Penggunaannya sangat mudah, Anda cukup mengikuti wisaya (wizard) dari menu File Transfer Wizard. Sayangnya, versi gratisan ini tidak bisa memindahkan file-file tersebut ke CD/DVD. Jadi, Anda harus menyalin file-file tersebut ke flashdisk atau harddisk eksternal.
Namun Rescue Disk Express cuma bisa bekerja dari CD. Jika Anda lebih memilih proses dari flashdisk, gunakan sistem operasi Linux portabel yang bisa booting melalui flashdisk (live-USB). Hampir semua distro Linux memiliki versi portabel, namun perlu dicatat kalau proses mounting (pengenalan isi harddisk) sering kali harus dilakukan secara manual. Karena itu kami menyarankan penggunaan distro Puppy Linux karena distro ini melakukan proses mounting secara otomatis. Ukuran Puppy Linux juga cuma 100MB, sehingga muat di flashdisk ukuran kecil sekalipun.
Aplikasi Rescue Disk 9.0 Express dapat di-donwload secara gratis di sini (46MB), sementara Puppy Linux bisa Anda dapatkan di sini (100MB).
Mengawasi kesehatan hardisk 3
Pada semua harddisk PATA maupun SATA yang ada di pasaran saat ini, sebenarnya sudah tertanam fitur SMART (Self-Monitoring Analysis and Reporting Technology) yang khusus mendeteksi kesehatan harddisk.
Di dalam SMART ada sekitar 30 parameter kesehatan harddisk, mulai dari temperatur, spin-out time, sampai seek error rate. Dari data-data inilah bisa disimpulkan apakah harddisk di PC Anda masih sehat atau sudah sakit-sakitan.
Untuk membaca data SMART ini, kita membutuhkan aplikasi khusus seperti HD Tunes. Fungsi utama aplikasi ini sebenarnya mengukur kecepatan harddisk, namun bisa untuk membaca informasi SMART juga. HD Tunes akan membaca 15 paramater SMART, dengan 3 jenis hasil, yaitu current, worst, dan threshold. Definisi masing-masing hasil itu adalah:
· Current: Keadaan harddisk Anda sekarang
· Worst: angka paling kecil yang pernah ditemukan di harddisk generasi sebelumnya
· Threshold: batas bawah yang menunjukkan harddisk rusak
· Data: data mentah dari sensor atau counter.
Tips: Kunjungi situs ini untuk mengetahui definisi dari masing-masing parameter.